Analisis Manajemen Epidemiologi dan Strategi Pengendalian DBD Berbasis Data Kasus Provinsi Jatim

Authors

  • Moudi Putri Lestari Universitas STRADA Indonesia
  • Usa Andriani Universitas STRADA Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61166/almawarid.v1i2.14

Keywords:

Manajemen Epidemiologi, DBD, Sistem Pelaporan, Respon Intervensi

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Provinsi Jawa Timur, dengan angka kejadian yang cenderung tinggi di beberapa wilayah endemis. Manajemen epidemiologi memegang peran penting dalam pengendalian DBD, melalui pendekatan surveilans penyakit, analisis faktor risiko, serta perencanaan intervensi berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sebaran kasus DBD berdasarkan wilayah kabupaten/kota dengan angka tertinggi di Jawa Timur tahun 2023 dan (2) mengevaluasi efektivitas manajemen epidemiologi, khususnya kecepatan dan ketepatan respons petugas kesehatan terhadap laporan kasus DBD. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei dokumentasi dan wawancara kepada petugas kesehatan di lapangan, serta analisis data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Malang, Sidoarjo, dan Kota Surabaya merupakan wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, masing-masing lebih dari 1.600 kasus, disertai dengan angka kematian dan incidence rate yang signifikan. Selain itu, ditemukan bahwa kecepatan respons intervensi dari petugas kesehatan sangat bervariasi antar daerah, dipengaruhi oleh sistem pelaporan, koordinasi lintas sektor, dan kesiapan sumber daya. Temuan ini mengindikasikan perlunya optimalisasi sistem manajemen epidemiologi serta penguatan kapasitas petugas dan keterlibatan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN), agar pengendalian DBD dapat dilakukan secara efektif dan merata di seluruh wilayah.

References

Adhika, R., & Arief, M. (2021). Pemanfaatan GIS dalam Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123-130.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2024). Laporan Situasi DBD Provinsi Jawa Timur per April 2024. Surabaya: Dinkes Jatim.

Fadhilah, R. N., et al. (2021). Pemanfaatan Aplikasi Digital dalam Surveilans DBD. Jurnal Teknologi Kesehatan, 10(1), 45-52.

Halimah, S., & Wijayanti, R. (2020). Pelatihan Petugas Lapangan dalam Pengendalian DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 8(3), 67-74.

Harahap, R. et al. (2020). Respons Cepat Petugas Kesehatan terhadap Kasus DBD. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 6(1), 33-40.

Hidayat, T., & Lestari, D. (2022). Evaluasi Kesiapan Logistik Penanganan DBD di Jawa Timur. Jurnal Administrasi Kesehatan, 14(2), 78–85.

Hidayat, T., et al. (2021). Evaluasi Program Fogging di Jawa Timur. Jurnal Pengendalian Vektor, 5(2), 89-96.

Kemenkes RI. (2018). Pedoman Pemberantasan Sarang Nyamuk. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2019). Pedoman Surveilans Epidemiologi DBD. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2022). Laporan Tahunan Pengendalian DBD Provinsi Jawa Timur. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2023). Evaluasi Sistem Pelaporan dan Respons DBD. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kurnia, R., & Wibowo, A. (2019). Efektivitas Fogging dalam Penanggulangan DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 7(4), 55-61.

Kurniawan, D., & Saputra, A. (2020). Pengembangan Sistem Pelaporan Digital DBD. Jurnal Teknologi Informasi Kesehatan, 11(2), 77-84.

Lestari, F., et al. (2020). Edukasi Masyarakat untuk Pengendalian DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 110-118.

Maulida, A. (2021). Pendekatan Sosial-Budaya dalam Penanggulangan DBD. Jurnal Promkes, 9(3), 110–119.

Nurhayati, S., et al. (2022). Pemetaan Spasial Kasus DBD dengan GIS. Jurnal Geografi Kesehatan, 3(1), 24-31.

Prasetyo, H. (2020). Implementasi Sistem Surveilans DBD di Puskesmas. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 5(1), 55–63.

Putra, I., & Sari, N. (2019). Koordinasi Lintas Sektor dalam Pengendalian DBD. Jurnal Administrasi Kesehatan, 9(1), 14-22.

Putri, R., et al. (2019). Pengaruh Edukasi terhadap PHBS dan PSN. Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(2), 78-85.

Rahman, A., & Putra, M. (2019). Hambatan Respons Intervensi DBD di Daerah Pedesaan. Jurnal Epidemiologi, 7(2), 56-62.

Rahmawati, D., et al. (2020). Peran Masyarakat dalam Program PSN. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 44-52.

Ramadhan, F. (2023). Model Prediksi Penyebaran DBD Menggunakan Data Historis dan Cuaca. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 19(1), 32–41.

Sari, D. N., & Nugroho, T. (2021). Analisis Spasial Kasus DBD di Jawa Timur Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(2), 109–117.

Sari, F., & Nugroho, Y. (2019). Koordinasi Antar Lembaga dalam Penanggulangan DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(4), 92-99.

Susanti, R., et al. (2021). Kendala Pelaporan Kasus DBD di Jawa Timur. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 7(3), 45-51.

Susilo, A., et al. (2022). Indikator Waktu Respons dalam Manajemen Epidemiologi. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(1), 33-39.

Syaipudin, L. (2023). Contribution Of Young Entrepreneurs In Building The Creative Economy Of Village Communities. IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 12(1), 80-98.

Syaipudin, L., & Awwalin, I. N. (2023). Strategi Pengembangan Produksi Home Industry Batu Ziolit Untuk Meningkatkan Omzet Penjualan Di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Journal of Economics and Business, 1(1), 35-46.

Syaipudin, L., & Luthfi, A. (2024). Pengaruh Financing to Debt Ratio dan Net Profit Margin terhadap Profitabilitas Bank Muamalat Indonesia Periode 2013-2022. Jurnal Ilmiah Akuntansi Publik, Manajemen dan Perbankan, 1(1), 10-21.

Syamsuddin, A., et al. (2021). Sumber Daya Manusia dalam Pengendalian DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(4), 66-73.

Tebai, N., Matakena, S., & Sairdama, S. S. (2024). Penyuluhan Teknis Budidaya Ikan Air Tawar dan Pemasarannya Di Kabupaten Dogiyai. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 6(1), 1423-1428.

Wahyuni, S., et al. (2020). Faktor Risiko Lingkungan Penyebab DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 6(2), 50-57.

Wardani, T., et al. (2021). Sarana Prasarana Pendukung Respons DBD. Jurnal Vektor dan Penyakit Tropis, 5(1), 20-28.

WHO. (2017). Dengue Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention, and Control. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2022). Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. Geneva: World Health Organization.

Yulianti, A., & Putra, M. R. (2022). Strategi PSN 3M Plus dan Partisipasi Masyarakat. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 10(1), 45–53.

Yulianti, L., et al. (2021). Studi Respons Intervensi DBD di Jawa Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 29-36.

Downloads

Published

2025-05-20

How to Cite

Lestari, M. P., & Andriani, U. (2025). Analisis Manajemen Epidemiologi dan Strategi Pengendalian DBD Berbasis Data Kasus Provinsi Jatim. Almawarid: Journal of Management and Business Sciences, 1(2), 44–53. https://doi.org/10.61166/almawarid.v1i2.14

Issue

Section

Articles